Tuesday, April 19, 2011

Berkata-kata..

Bravery And Madness..
Iqsan Alfarisi on Friday, October 16, 2009

"Keberanian mnrtku adlh seberapa jauh qt bs mengatasi ketakutan dan menaklukan tantangan,
sedangkan kewarasan adlh seberapa jauh qt menerobos dan menaklukan kegilaan..
selama itu berhasil no problemo, cz hdp mmg penuh resiko dan probabilitas!"

What r Life for??
Iqsan Alfarisi on Friday, August 14, 2009 at 5:27am
"Kehidupan kita laiknya sebuah tanaman yang hidup dalam Rizoma-nya, yang sejati/das ding an sich bersembunyi di dalam Rizoma dan yang tampak d permukaan adalah pencitraan/imaging.. bunga-bunga yang cantik, indah dengan jutaan warna dan pesona akan layu dan mati, sedangkan rizomanya akan terus ada d tanahNYA.."

dari aksioma ini, ALKINDI yang mematahkan pendapat ARISTOTELES said; "Raga musnah, tapi jiwa kekal abadi adanya"

Love from Australia..
Iqsan Alfarisi on Friday, July 17, 2009

"One thing I know.. why it is important to be told, so that we do not lose people we love.."
(Nullah said on 20th twentieth century fox present..AUSTRALIA)

Labels:

posted by iqsan alfarisi @ 10:04 AM   0 Comments

Touring of Courage and Friendship

Iqsan Alfarisi on Friday, October 2, 2009 at 5:53pm

Gempa sore itu d bumi andalas begitu memilukan hati, bagaimana tidak hanya dalam hitungan 1menit lebih sdkit, ranah sejuta budaya dan panorama itu luluh lantak..
destruksi dalam hitungan menit itu memang begitu hebat, tetapi yang lebih dahsyat
adalah hasil dari destruksi -tumpukan mayat dimana-mana dg segala bentuk sakaratul mautny (berita terakhir bencana ini memakan lebih dari 500an jiwa), toko dan bangungan pencakar yg awalnya berdiri sombong mendongak ke atas,dipaksa untuk tunduk pada kuasa Alam dan dzat yang menggerakkannya (lihat: surah Al-zalzalah), yang paling menyayat hati pula adalah melihat raut wajah heterophobia dg stress tingkat tinggi yang terpancar dari ketakutan terdalam dari dalam diri manusia, tanpa kata sjuta kengerian (lihat: foto dan kamera amatir yg lalu lalang d media) ditambah lagi ketersediaan listrik, air, makanan, selimut dan sarana untuk hidup layak pasca gempa di barak2 pengungsian tak memadai-.. 

Strata sosial tak ada lg, yg ada hanya satu: berusaha survive.. Ya destruksi adalah fakta, tetapi negativitas melampaui dari fakta.. ia berada dalam ranah metafisis sebagai conditio humana (kondisi manusia).

Kita memang merupakan pengamat,bukan korban.. yang mungkin gampang melontarkan nasihat moral atas tragedi itu.. jika ditanya bagaimana perspektif korban saya yakin mereka akan sulit memberi jawabannya karena mereka diisap oleh negativitas itu sendiri.. dan raut wajah mereka yang akan mendeskripsikan betapa itu adalah kengerian yang luar biasa..

Mungkin kemarin kita baru saja melihat senyum mereka (teman-teman kita) yang kebetulan pulang untuk bersukacita menyambut hari kemenangan, tetapi sekarang jangankan melihat senyum mereka, mendengar kabar dari mereka saja adalah kebahagiaan karena saya tak berani membayangkan mereka untuk tersenyum saat ini.. Untuk itu ayo kita raih senyum mereka dengan aksi kemanusiaan -EARTHQUAKE; TOURING OF COURAGE AND FRIENDSHIP- ini dengan masing-masing membawa satu motor ke ranah minang untuk membawa satu senyum teman kita dan menghantarnya pulang ke Bungo untuk sementara waktu.. Satu Hati, Satu Aksi, Untuk KITA..

Malam ini Jam 8mlm di Lambada, dpn Taman, Bersama-sama kita susun acara ini Kawan..


 

Labels:

posted by iqsan alfarisi @ 9:51 AM   0 Comments

#2 Mozaik Kecil Siang Itu..

Iqsan Alfarisi on Sunday, January 31, 2010 at 7:23pm

"jam brapa skrng?" gertak babi putih dgn angkuh (hening seketika)..
ku liat seraut muka pucat pasi d sampingku seperti burung hantu yg terpaku menyaksikan pedihnya sakratul maut..
seketika perutku seperti dikocok spatula hingga reaksi kimia itu memuncak "wkwkwkwkw" -seraya membelakangi pentas sandiwara-..

selang bbrp detik "yah,dispensasi la pak" sontak si burung hantu yg pucat pasi tadi dan aq si simpai pembual tak kuat menahan gelak.."hwahaha" ternyata daritadi kingkong tambun yg tak tahan lg harga dirinya d injak2 ini murka dan angkat bicara..

si simpai pembual pun mencoba berkilah..tapi babi putih itu trs mencecar dan mencaci habitat ketiga hewan jalang ini..dlm hati si simpai berkata "seenak2nya pun hidup kau, kan berakhir jua d bara panggang koh akiong.." 

Kemudian ketiga sahabat itu berlalu dari kandang si babi putih chauvinis dg menggerutu sesekali tertawa terbahak2..

Labels:

posted by iqsan alfarisi @ 9:45 AM   0 Comments

#1 Mbak Warteg Ingin Pulang

Iqsan Alfarisi on Friday, February 12, 2010 at 8:09pm

"aq dewekan, xxx bali, aq y karepe bali....dolan rene toh mbak...., cedak peterongan" (dg logat khas ngapakny).. seorang mbak penjaja warteg itu bercerita sambil terus memanaskan masakanny..kurang lebih begitu percakapan telp yg saya dengar sore tadi.. selorohan mbak penjaga warteg tadi mengingatkanku beberapa dejavu akan bunyi "pengen pulang/bali/mulih,dll spesies yg menyerupainy termasuk rengekan si kecil bernama choxy jika d tahan agar tak pulang"

lalu apa hub ny dg ku? apa y? hmm..aq tak ubahnya mereka dan beberapa perantau lain, termasuk luluk tmn q yg buncit, saat ini ditulis sedang dalam perjalanan dari jkt-smg.. ya, aq dia dan mungkin juga kau teman, sama-sama terdampar d tempat yang kita anggap asing meski sudah bertahun-tahun kuku kita tertancap d tanah yang telah memberi berjuta kenangan dan pengalaman hidup.. yg berbeda mungkin tujuan kita berada dsna.. mbak itu pun merasakan hal itu.. didikan fakultas tata boga, UNTEG -universitas warteg-, ia juga bersekolah dsni, ia juga berproses dsni, ia jg menimba ilmu kehidupan dsni, bertemu dg banyak pelanggan dan orang2 baru..tak ada beda.. mungkin itu pula kawan kenapa warteg begitu meng-indonesia bak cendawan d musim hujan.. proses regenerasi yg dinamis, keberanian kadernya utk menaklukan ketakutannya, keyakinan utk menolak cerebral automata (karena qt tak d percayakan tuhan untuk dititipkan d dalam rahim istrinya bill gates)..

inila realitas mimpi dari liverpool kita.. koq liverpool d bawa2? ya karena kalo laperpool "you'll never eat alone" hehehe.. serius lagi ni bro, disana letak "kolam kehidupan", karena 'liver' yg d percaya orang dulu sebagai simbol yang memungkinkan kita untuk "bertahan hidup" dan ia kan menemani perjalanan hidup kedepannya so "you'll never walk alone" guys..

tapi ada titik paradoksal disini, yaitu konsep "aq ingin pulang" tadi..tak ada tempat ternyaman selain d rumah.. walaupun dg berbagai persoalan d dlmny.. rumah tetap seperti magnet tapal kuda yg terus menarik.. mungkin freud bisa menjelaskannya.. yg jelas, aq merasakan saat ini aristoteles berkata padaq "manusia memang cenderung mengelak dari sengsara dan ketaknyamanan".. sabar mbak warteg, hari yg cerah d balik gunung semeru yang kan mengejarmu begitu pula dg kewajiban2 kita kawan.. berjuang dan bertahan demi mimpi2 kalian kawan..

Labels:

posted by iqsan alfarisi @ 9:27 AM   0 Comments

Wednesday, May 26, 2010

Udik Menuju Sedikit Terdidik Meski Mata Blm Berkedip..

Huftt..hal apalagi ini.. mengklaim dirinya dg sebutan BLOG..
setelah beberapa lama kulak-kulik template hanya untuk mengganti style hal yg bernama blog,yang katanya trend modernisme hny biar ga d bilang udikisme.. :p ternyata ribet juga..hufft!!

sebenarnya tak terbesit niat untuk posting saat ini tapi apa daya diperingatkan oleh Blogspot selaku majikan untuk memposting sesuatu..yawda manut aja.. udah toh? ywda..wassalam..

i'll be back..

Labels:

posted by iqsan alfarisi @ 8:02 PM   0 Comments